Laman

Saturday, February 13, 2010

Sepur Kluthuk Jaladara

Sepur Kluthuk Jaladara, merupakan kereta uap wisata yang berjalan di tengah kota Solo. Rangkaian kereta ini ditarik oleh lokomotif uap buatan Maschinenbau Chemnitz (Richard Hartmann), Jerman tahun 1896 yang didatangkan dari Museum Palagan Ambarawa. Lokomotif tersebut menarik dua gerbong, yaitu tipe CR 16 dan CC 44 yang didatangkan dari Magelang dan Bandung serta mampu menampung sekitar 72 penumpang.
Kereta wisata yang kini menjadi andalan baru bagi pemkot Solo ini diresmikan oleh menteri Perhubungan (saat itu) Jusman Safeii Djamal pada hari Minggu, 27 September 2009. Setelah peresmiannya, kereta ini tidak dioperasikan setiap hari melainkan hanya pada akhir pekan dan hari libur nasional yang saja. Meskipun begitu bila ada rombongan yang ingin menyewa kereta tersebut pada hari-hari biasa (Senin-Jumat), tidak menutup kemungkinan kereta akan dijalankan sesuai permintaan penyewa kereta.
Kereta ini melakukan perjalanan reguler pada hari Sabtu mulai pukul 16.30 dan hari Minggu pukul 09.30, yang kesemuanya berangkat dari stasiun Purwosari, menuju ke stasiun Solo Kota (Sangkrah) dan kembali lagi ke stasiun Purwosari melalui jalur yang sama. Di antara stasiun tersebut, kereta melewati pemukiman penduduk dan "membelah" kota Solo dengan menyusuri jalan Slamet Riyadi dan beriringan dengan kendaraan lainnya di atas rel yang pertama kali dibuat oleh NIS (Nederlandsch Indiƫ Spoor Maatschappig) pada tahun 1920. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 3 jam dan menempuh jarak sekitar 11,2 km.
Pemandangan yang "tidak biasa" ditawarkan kepada para penumpang Sepur Kluthuk Jaladara ini. Kenapa? Karena penumpang akan melihat sederetan pemukiman penduduk, hotel, pertokoan, pasar swalayan, mall dan hiruk-pikuk warga perkotaan. Sangat berbeda dengan wisata kereta uap lainnya yang melewati area persawahan, gunung, bahkan hutan. Inilah yang menjadi keunikan tersendiri bagi Sepur Kluthuk Jaladara yang merupakan satu-satunya kereta uap kuno yang berjalan di tengah keramaian kota.
Selain disuguhi pemandangan dan sensasi berkendara "roda besi tua" ini, wisatawan juga mendapatkan:
- Welcome drink jamu gendhong tradisional (di atas kereta wisata
- Jajanan khas ala Solo, antara lain Sate Kluthuk (sate kere ala sepur kluthuk Jaladara)dan jajan pasar
- Musik tradisional (sindhen, siter, dan kendhang)
- Pemandu wisata yang akan menerangkan sejarah dan potensi Kota Solo (Surakarta)
- Tunas pohon Jati (untuk penghijauan kembali Indonesia)
- Atraksi wisata budaya (gendhing Jawa, hadrah, dll.) di beberapa titik pemberhentian.

Adapun titik pemberhentian kereta ini ialah:
- Diamond Convention Center
- Solo Grand Mall
- Loji Gandrung (Rumah Dinas Walikota Surakarta)
- Museum Batik Danar adi
- Museum Radya Pustaka Sriwedari
- Perempatan Pasar Pon (Pasar Windujenar – Ngarsopura)
- Kampung Seniman Kemlayan
- Kampung Batik Kauman
- Beteng Trade Center / Gladag Langen Bogan
- Stasiun Solo Kota.
Akan tetapi, kegiatan, titik pemberhentian, dan lama berhenti tidak mengikat. Bisa berubah, berkurang, dan/atau bertambah sesuai dengan kondisi perjalanan dan paket wisata yang diambil.
Tarif yang dikenakan kepada para wisatawan cukup mahal, yaitu Rp 200.000,00 tiap orang dari luar kota Solo (Surakarta). Sangat jauh berbeda dengan warga kota Solo (Surakarta) yang hanya dikenai tarif Rp 30.000,00. Setelah mendapt banyak masukan, akhirnya tarif diubah menjadi Rp 50.000,00 bagi warga (pemilik KTP) Soloraya yang meliputi kota Surakarta (Solo), Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Sedangkan bagi wisatawan di luar itu, tetap Rp 200.000,00. Harga ini masih bisa berubah, tergantung kebijakan dari pengelola.

5 comments:

Abi Sabila said...

lah, kok ndadak ada perbedaan tarif segala toh? selain 'melukai' rasa keadilan, apa ini nda memberikan peluang korup? mbok yao, dibikin sama murah saja, biar banyak peminatnya.

berita untuk negri said...

jadi pingin main ke solo,,
salam kenal ya,,numpang baca-baca

Rifqi Nur Hidayat said...

>Abi Sabila: kalau kata pengelola si, utk warga soloraya ada subsidi silang dari pemda/pemkotnya masing2.jd lbh murah,walau murah, orang2 soloraya sendiri masi menghendaki tarif yg lebih murah lagi...harga kadang2 jg ada diskon,tp jarang jg si..:-)
>berita utk negeri: iya,,main aja ke solo..kotanya nyaman..

Oya,info lbh lanjut ttg sepur jaladara,bisa diliat di facebook..:-)

Raini Munti said...

slm knl :)

MusicFresh said...

wah jadi kepingin naik kereta jaman dulu nih...

Post a Comment